5 cara menghadapi pelecehan seksual di kantor

LadyBird Journal – Birdies, apa kalian mengikuti perkembangan berita tagar #MeToo? Berita yang dimulai dari pengakuan beberapa aktris dan kru film perempuan yang mengalami pelecehan seksual dari produser terkenal Hollywood. #MeToo memicu para perempuan untuk berani membicarakan pengalaman mereka sendiri di kantornya. Kenapa ini penting? Supaya kelak, menjadi pelajaran dan memberikan cara menghadapi pelecehan seksual di kantor sejenis.

 

Tentang Pelecehan Seksual

Selain di Amerika Serikat, perempuan dari negara-negara lain yang berasal dari berbagai industri juga mulai angkat bicara. Publik Indonesia juga bukan pengecualian. Olly Siregar, seorang wartawan senior, dalam artikelnya mendeskripsikan pengalamannya bekerja di salah satu kantor media.

 

Pelecehan yang dialaminya tidak hanya datang dari rekan di tempat kerjanya, tapi juga datang dari narasumber yang harus diwawancarainya untuk keperluan pekerjaan. Olly Siregar menyebutkan pengalaman buruknya datang dari wartawan senior serta atasan yang secara struktural menempatkannya sebagai subordinat. Sedangkan narasumber yang melecehkannya adalah seorang politisi, yang juga seseorang yang lebih mungkin untuk memiliki kuasa dan sumber daya untuk membela dirinya sendiri.

 

Selama diskusi #MeToo berjalan, banyak orang yang bingung, apa sih yang dimaksud dengan pelecehan seksual di kantor? Kenapa kadang-kadang hal “sepele” seperti bercanda dianggap sebagai pelecehan seksual?

 

Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di kantor yang diterbitkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2011 menyebutkan bahwa pelecehan seksual sebagai segala tindakan seksual yang tidak diinginkan, permintaan untuk melakukan perbuatan seksual, tindakan lisan atau fisik atau isyarat yang bersifat seksual, atau perilaku lain apapun yang bersifat seksual. Tindakan yang membuat seseorang merasa tersinggung, dipermalukan dan/atau terintimidasi di mana reaksi seperti itu adalah masuk akal dalam situasi dan kondisi yang ada dan tindakan tersebut mengganggu kerja, dijadikan persyaratan kerja atau menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, bermusuhan atau tidak sopan. (2011, p.6)

 

Bentuk dan Cara Menghadapi Pelecehan Seksual di Kantor

Bentuk-bentuk pelecehan seksual juga beragam, dan biasa dibagi menjadi lima, yaitu pelecehan secara fisik, lisan, isyarat, tertulis (seperti penyebaran chatting yang bernuansa seksual dan pornografi) dan psikologis (seperti celaan yang bersifat seksual). Kemudian apa yang bisa dilakukan kalau kalian atau rekan kerja kamu mengalami pelecehan seksual? Berikut 5 cara menghadapi pelecehan seksual di kantor yang perlu kamu tahu!

1. Membuat rekaman kejadian

Baik secara langsung (rekaman video dan suara, screenshot chatting), beritahu rekan kerja, atau mungkin bekerja sama dengan orang yang kebetulan ada di tempat kejadian sehingga ada pihak lain yang juga mengetahui keadaan sebenarnya. Dengan merekam kejadian, kalian akan mempunyai bukti untuk bisa melaporkan kejadian tersebut.

 

2. Tegur langsung

Setelah itu, kalian sudah punya bukti pelecehan seksual terjadi pada kalian atau rekan kerja kalian? Tegur secara langsung. Jangan khawatir terlihat “kasar” atau seperti “membuat suasana bekerja menjadi keruh”, karena pelaku pelecehan seksual yang melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan pada rekan kerja.  

 

3. Laporkan pada pihak terkait

Selanjutnya, melaporkan pelaku pada pihak terkait, seperti pengawas langsung, divisi Human Resources (HR), atau atasan lain bisa membantu kamu memperjuangkan lingkungan pekerjaan yang lebih baik. Memang umum untuk mengalami ketidaknyamanan atau ketakutan untuk melaporkan pelecehan seksual yang kalian atau rekan kalian alami, tapi jika tidak dihentikan, banyak dari pelaku akan kembali melecehkan pekerja lain.

 

4. Menjaga jarak dari pelaku pelecehan

Hal ini akan lebih mudah dilakukan jika pelaku merupakan orang yang tidak bekerja sama dengan kalian sehari-harinya (narasumber, pekerja lepas, dan lain-lainnya), namun tetap bisa dicoba dengan mereka yang bekerja secara dekat dalam lingkungan pekerjaan. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan menghindari pelaku ketika dia mengajak bicara dan selalu mengelilingi diri dengan rekan yang dapat mendukung kalian.

 

5. Sarankan pelatihan pencegahan pelecehan seksual

Cara menghadapi pelecehan seksual di kantor lainnya bisa dengan sarankan pelatihan pencegahan. Mungkin kasus pelecehan seksual kalian atau rekan kalian sudah selesai ditangani dan pelaku sudah mendapatkan hukuman yang setimpal. Namun bukan berarti pola pelecehan seksual di lingkungan kerja kalian berhenti di situ. Hal yang sama mungkin terjadi pada mereka yang bekerja di bagian lain atau mereka yang baru saja bekerja di tempat tersebut. Untuk mencegah terjadinya hal yang sama, kamu bisa sarankan pelatihan pencegahan seksual bagi pekerja di kantor kalian. Urgensi bagi pekerja untuk mengetahui batasan antara rekan kerja yang sebenarnya dan bagaimana hal tersebut bisa dilanggar harus diketahui oleh pihak kantor melalui bagian HR, supaya kejadian-kejadian berikutnya bisa ditangani dengan baik.

 

Referensi

[1] “5 Jenis Pelecehan Seksual di tempat kerja dan Cara Menghadapinya”. (2015). Disadur dari: Situs Qerja

[2] Green, A., (2017, 1 Agustus). Ask A Boss: How do I Get This Guy to Leave Me Alone?. Disadur dari: Situs The Cut

[3] Green, A., (2016, 20 September). Ask A Boss: My Co-workers Won’t Stop Asking Me Out!. Disadur dari: Situs The Cut

[4] Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di kantor (2011). World Health Organization. Disadur dari: Situs Better Work

[5] Siregar, O., (2017, 24 Oktober). Pelecehan Seksual di tempat kerja. Disadur dari: Situs DW

 

Leave a Reply