Kenapa Self-Love Penting dan Bagaimana Cara Menumbuhkannya?

LadyBird Journal – Birdies, pernah nggak sih kalian ngerasain apa yang ada di diri masih saja kurang terus jika dibandingkan dengan orang di sekitar? Atau merasa diri kita tidak berharga saat melakukan kesalahan dan melihat orang lain yang lebih baik dari kita?

 

Kalau begitu, terus sebenarnya gimana ya caranya agar kita bisa merasa lebih baik? Merasa memiliki kesempatan untuk mencoba dan berbuat lebih baik dengan usaha terbaik kita. Bagaimana juga kita bisa merasa nyaman dengan segala kekurangan dan kelebihan kita, dan memanfaatkan kekurangan dan kelebihan tersebut untuk bisa berkontribusi dengan baik untuk orang-orang di sekitar kita?  

 

Jawabannya adalah memahami dan menumbuhkan serta mempertahankan self-love pada diri kita sendiri. Kita perlu mengetahui apa pentingnya self-love dan cara menumbuhkan self-love tersebut.

 

Definisi Self-love Yang Hakiki

Mungkin kamu sudah sering dengar tentang istilah ini, terutama di kolom nasihat di majalah, atau di tulisan pendek blog seseorang. Tapi apa sih sebenarnya self-love itu?

 

Self-love, atau self-compassion, adalah kemampuan kita untuk berbuat baik pada diri kita sendiri. Kristin Neff, seorang peneliti dalam bidang ini menuliskan:

“Yang termasuk dalam self-compassion adalah memperlakukan dirimu sendiri dengan kebaikan, rasa peduli, dan dukungan yang sama dengan yang kamu berikan kepada teman dekat. Saat dihadapkan dengan hal-hal sulit dalam hidup, atau menghadapi, kesalahan, kegagalan dan ketidakmampuan dalam hidup, self-compassion merespon dengan kebaikan daripada penilaian yang keras pada diri sendiri, mengenali bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian yang ada dalam kehidupan.”

 

Pentingnya Self-Love untuk Diri

Lalu, bagaimana sih self-love bisa membuat diri kita menjadi lebih baik? Penelitian menunjukkan self-love meningkatkan kesejahteraan diri yang lebih baik dan juga performa yang lebih baik dalam pekerjaan dan kehidupan sosial.

 

Self-love mendorong kita untuk belajar lebih baik mengenai lingkungan sekitar kita, yang dapat menjadi kelebihan kita untuk berelasi dengan orang yang ada di sekitar kita. Self-love juga meningkatkan produktivitas, karena mengurangi waktu yang kita habiskan untuk berfokus pada kekurangan dan kesalahan yang kita lakukan.

 

Dan yang tidak kalah penting, self-love juga mengurangi stress yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tiga Aspek Untuk Menumbuhkan Self-Love

Ada tiga aspek yang bisa kita lihat untuk menumbuhkan dan memelihara self-compassion pada diri kita sendiri, yaitu mindfulness, kebaikan pada diri sendiri, dan kemanusiaan.

Mindfulness berarti keinginan kita untuk mengenali diri sendiri secara utuh, tanpa penilaian yang keras dan terbuka, dan tidak terlalu terfokus pada hal negatif maupun positif pada diri sendiri.

 

Kebaikan pada diri sendiri berarti kemampuan dan hal-hal baik yang kita lakukan seperti hal baik yang kita lakukan untuk orang-orang di sekitar yang kita sayangi.

 

Sedangkan kemanusiaan yang umum berarti membiarkan diri kita menjadi manusia pada umumnya, yang melakukan hal membanggakan dan juga membuat kesalahan. Kedua hal tersebut, baik hal -hal yang positif maupun negatif, berpotensi menjadi tempat pembelajaran kita sehingga kita bisa menjadi diri yang lebih baik lagi.    

 

Cara Menumbuhkan Self-Love

Berikut lima hal sederhana yang bisa kita lakukan dalam keseharian kita untuk menumbuhkan self-love dan membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik.

 

1. Kenali Diri

Untuk mulai mencintai diri sendiri, kita terlebih dahulu harus tahu siapa kita, apa yang kita inginkan, dan apa yang kita rasakan mengenai kondisi kita saat ini. Kita juga perlu mengenali apa yang kita butuhkan, dan bertindak untuk memenuhi kebutuhan utama kita. Kita juga harus bisa membedakan kebutuhan kita dan apa yang kita inginkan. Dengan fokus kepada apa yang kita butuhkan, kita bisa membangun kebiasaan baik yang akan membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik.

 

2. Ketahui Apa yang Dibutuhkan

Apa saat ini kamu sedang lelah? Atau lapar? Apa benar keadaan kamu saat ini berkaitan dengan keadaan fisik kamu dan bukan pengaruh dari keadaan mental kamu? Mengetahui kebutuhan kamu dan kenapa kamu memiliki kebutuhan-kebutuhan tersebut membantu kamu untuk menemukan cara yang tepat dalam melakukan self-care. Mengetahui dengan pasti dan jujur mengenai kebutuhan kamu juga akan membantu kamu membentuk kebiasaan sehat yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan self-love kamu.

 

3. Kenali Batasan

Kita juga harus mengetahui tanda-tanda kita mulai kelelahan secara fisik dan mental, menerima keadaan sehingga kita bisa mulai untuk melakukan self-care. Mengenali batasan juga berarti kita harus tahu saat kita melakukan kesalahan dan membiarkan diri kita menjadi manusia dengan menerima kelemahan dan juga kelebihan kita.

 

4. Rawat Diri Sendiri

Mengenali diri, tujuan dan batasan kita berarti menghadapi saat-saat di mana kita mengalami kelelahan. Mengetahui cara yang baik untuk diri kita menyegarkan diri akan memastikan kita selalu siap untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan diri. Hal tersebut bisa dilakukan dengan sederhana seperti meluangkan waktu untuk diri sendiri untuk kegiatan relaksasi.

 

5. Hidup dengan Tujuan

Saat kamu menerima dan mencintai dirimu, apapun yang terjadi padamu, kamu akan hidup dengan tujuan dan arahan akan hidup. Tujuan hidupmu tidak harus sangat jelas. Mempunyai goals yang bisa kamu capai dalam hidup akan membantu kamu memastikan bahwa tujuan hidup kamu sehat dan berguna. Kamu juga akan merasa lebih baik saat kamu mencapai tujuan hidup yang kamu inginkan.

 

Nah, itulah alasan pentingnya self-love dan aspek untuk menumbuhkannya. Coba, Birdies evaluasi, sudah memiliki self-love yang cukup atau belum? Dan jika merasa sudah, penting untuk membedakan antara self-love dan narsis ya, biar nggak salah. Coba cek tindakannya self-love atau narsis lewat artikel ini!

 

Referensi:

[1] Greenberg, M. (2017, 29 Juni). 8 Powerful Steps to Self-Love. Psychology Today

[2] Seppala, E. (2012, 27 November). 3 Powerful Science-Based Benefits of a Little Self-Love. Psychology Today. 

[3] Well, T., (2017, 10 Februari). Is Self-Love Healthy or Narcissistic? Psychology Today.

Leave a Reply