Sebenarnya, Apa Manfaat Emotional Intelligence?

LadyBird Journal – Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah IQ, tapi bagaimana dengan emotional intelligence? Apa itu dan apa sih manfaatnya? Emotional intelligence merupakan sebuah kemampuan yang terdiri dari beberapa aspek, yaitu mampu memahami emosi yang dirasakan, mampu merasakan emosi orang lain, dan mampu memilih tindakan yang tepat saat interaksi dengan orang lain karena mengetahui emosi yang mereka rasakan.

Mudahnya, kamu dapat memahami emosimu sendiri dan mengatur bagaimana akan bertindak. Selain itu, kamu juga bisa memahami emosi orang lain sehingga bisa mengatur bagaimana akan bertindak terhadap emosi yang mereka rasakan.

Emotional Intelligence Mempengaruhi Kesuksesan Karir

Emotional intelligence menjadi salah satu faktor yang menurut ahli dapat mempengaruhi kesuksesan. Bagaimana bisa? Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kamu lebih sering berpikir orang  dengan kecerdasan (IQ) tinggilah yang sukses. Memang sebenarnya gimana?

Sebuah penelitian yang diadakan oleh talentsmart sebuah lembaga yang bergerak di bidang asesmen, menunjukkan bahwa ada berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan, seperti kemampuan dalam mengambil keputusan, untuk berubah, berkomunikasi, bekerja dalam kelompok, mengelola waktu, fleksibilitas, emotional intelligence, dan berbagai faktor lainnya.

Hal yang menarik adalah kecerdasan emosional dapat menjelaskan 58% dari kesuksesan. Kecerdasan emosional menjadi prediktor atau salah satu sifat yang dapat memprediksi terjadinya sukses dalam semua jenis pekerjaan. Selain itu, hasil penelitian talentsmart menunjukkan bahwa 90% dari orang yang sukses memiliki emotional intelligence yang tinggi.  Orang dengan emotional intelligence yang tinggi juga memiliki gaji tahunan lebih tinggi dibandingkan orang yang memiliki emotional intelligence yang rendah.

Kok bisa?

Salah satu faktor sukses karir adalah kemampuan active listening yang biasanya dimiliki para servant leader. Active listening sendiri adalah kemampuan untuk mendengarkan dan merespon secara tepat pada proses berkomunikasi. Ketika kamu memiliki skill ini, kamu dapat memiliki empati yang tinggi terhadap rekan kerja lain dan dapat berkomunikasi dengan efektifnya. Benefitnya, rekan kerja maupun atasanmu akan merasa dihargai dan didengar, sehingga mereka juga akan lebih merasa diikutsertakan dan termotivasi dalam mencapai goal yang sudah diset. Servant leader sendiri biasanya memang dianggap sebagai tipe leadership yang baik karena implementasi empati dan membantu timnya untuk sukses.

Lalu apa hubungannya dengan emotional intelligence (EI)? Memiliki EI, artinya kamu memiliki rasa empati yang besar; sebuah kapasitas merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kemampuan kamu menggunakan soft skill tersebut juga menentukan tingkat EI yang dimiliki. Dengan EI tinggi, kamu dapat mengetahui apa yang paling dibutuhkan orang lain. Selain itu, dengan EI, kamu bisa memiliki keseimbangan di dalam diri yang menjaga diri tetap stabil, membuat keputusan yang baik, berkomunikasi dengan efektif, dan memiliki kepemimpinan yang efektif meskipun dibawah rasa stres.

Manfaat Emotional Intelligence Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Seperti apa contoh nyata manfaat dari emotional intelligence dalam berbagai situasi? Coba simak disini ya:

1. Dalam kehidupan kantor/kampus

Tentunya ada masa ketika kamu harus mengerjakan pekerjaan/tugas dengan orang lain. Tidak menutup juga terjadi konflik karena ada perbedaan kepentingan antara kalian. Jika memiliki emotional intelligence yang tinggi, kamu dapat memahami emosi yang sedang dirasakan sekarang.

Misalnya ketika rekan kerja tidak mengerjakan tugas bagiannya sementara kamu juga tidak dapat menggantikan dan deadline sudah dekat. Ketika kamu memahami emosi apa yang kamu rasakan, mungkin saat itu kamu merasa cemas karena deadline sudah dekat dan pekerjaan belum selesai.

Selanjutnya, saat kamu menyadari kalo kamu hanya terus panik, pekerjaan tidak akan selesai, maka dapat usahakan untuk menenangkan diri supaya dapat berpikir jernih. Ini contoh bagaimana berusaha mengelola emosi yang dirasakan. Selanjutnya, kamu dapat mengontak rekan kerja untuk mengetahui kendala apa yang dia alami dalam menyelesaikan pekerjaan. Ketika kamu mengetahui masalahnya, kamu berusaha memahami posisi temanmu dan mencari jalan keluar terbaik yang sama-sama menguntungkan bagi kalian.

Jadi, instead of baper atau ngomongin rekan kerja di belakang karena kerjaan, kamu dapat bernegosiasi dengan lebih baik untuk mencari solusi masalah soalnya kamu sudah berempati dengan apa yang dia rasakan.  Itulah kenapa kemampuan ini sangat bermanfaat dalam dunia kerja.

2. Dalam hubungan romantis

Mungkin kamu pernah bertengkar dengan pasangan karena masing masing mempertahankan ego masing-masing? Ketika kamu memiliki emotional intelligence yang tinggi, selain dapat memahami emosi yang kamu sendiri rasakan , kamu juga dapat memahami emosi yang dirasakan pasangan, sehingga lagi-lagi kamu dapat lebih memahami situasi yang terjadi dan cenderung berkomunikasi dengan memberikan solusi yang dapat diterima bagi kondisi kamu dan pasangan.

Pasanganmu juga menjadi lebih menghargaimu karena memiliki kepedulian terhadap perasaan orang lain serta dapat menyelesaikan masalah dengan lebih efektif.

3. Dalam hubungan keluarga

Keinginanmu dan orangtua mungkin berbeda. Gimana cara mengatasinya? Dengan memiliki emotional intelligence yang tinggi, kamu bisa mengetahui apa yang dirasakan orangtuamu. Kamu kemudian bisa mencari tahu alasan orangtuamu memiliki perasaan tersebut.

Misal orangtuamu tidak ingin kamu kuliah diluar kota, dibandingkan hanya mengemukakan pendapat alasan kenapa kamu mau kuliah di luar kota. Akan lebih baik kalau kamu tau apa yang dikhawatirkan orangtuamu, dan memberikan pendapat yang dapat mengurangi rasa khawatirnya.

Bagaimana? Apakah sekarang menurutmu emotional intelligence adalah sebuah skill yang sangat bermanfaat dan ingin meningkatkannya? Kamu bisa meningkatkan emotional intelligence mu kok, yuk baca di artikel selanjutnya.

4. Dalam menghadapi masalah

Apa respon yang pertama akan kamu keluarkan ketika terjadi masalah? Apakah panik? Cemas? Atau cenderung marah? Orang dengan emotional intelligence yang tinggi mengetahui respon apa yang akan dia keluarkan ketika berada dalam masalah. Hal ini dapat membantunya memilih tindakan paling tepat untuk dilakukan.

Contohnya kamu cenderung akan panik ketika menghadapi suatu masalah. Daripada langsung menyelesaikannya padahal kamu sedang tidak dapat berpikir dengan jernih, lebih baik duduk dan bernapas perlahan sebelum menyelesaikan masalah yang terjadi.

5. Dalam hubungan dengan orang lain secara umum

Siapa orang yang sering kamu temui dalam kehidupan sehari-hari? Mungkin petugas di stasiun kereta, supir ojek online, supir busway, satpam, penjual makanan di dekat rumah, bagaimana interaksimu dengan mereka? Emotional intelligence akan membantumu untuk dapat memahami emosi yang mereka rasakan dan dapat meningkatkan kualitas hubunganmu dengan mereka.

Bagaimana apakah sekarang menurutmu emotional intelligence adalah sebuah skill yang sangat bermanfaat? Jangan khawatir kamu bisa meningkatkan emotional intelligence mu kok, yuk baca di artikel selanjutnya.

Referensi:

[1] Bradberry, Travis (2014). Emotional Intelligence – EQ. Ditemu kembali dari forbes

[2] Whitbourne, Susan K (2013) Unlock your Emotional Genius. Ditemu kembali dari psychology today

[3] Keyser John (2013) Emotional Intelligence Is Key To Our Success. Ditemu kembali dari td.org

[4] Sumber Gambar: pinterest

Author

Simply Complicated ;)

Leave a Reply