Mengenal Insecurity dan Cara Menanggulanginya

LadyBird Journal – Apa yang terlintas ketika mendengar kata Insecurity? Insecure adalah perasaan tidak aman dalam kata lain, seorang individu merasa ada suatu hal yang kosong pada dirinya yang harus diisi dengan segala cara. Contohnya gimana? Ketika kita bertemu dengan seseorang, lalu muncul pikiran-pikiran buruk di kepala kita. Apakah baju hari ini sudah cocok, apakah lebih baik Saya diam saat rapat? Apa Saya harus menyapa terlebih dahulu ketika berpapasan dengan orang yang dikenal?

 

Dikutip dari Psychology Today pada Jumat (29/1/2016), dalam situasi seperti itu, kita akan mudah terjerembab pada keraguan diri. Baik dalam interaksi sosial maupun profesional/bisnis. Orang-orang yang memiliki kemampuan “lebih” dari kita mampu membuat kita merasa kerdil. Andai saja kita bisa lebih percaya diri dan menghilangkan perasaan tersebut, mungkin kita dapat memandang dunia dengan berbeda.

 

Penyebab Insecurity

Lalu, apakah penyebab dari sikap insecurity? Insecurity bisa saja berasal dari beberapa hal, dan ini adalah penyebab yang umum terjadi di masyarakat, yaitu :

  • Kegagalan yang dilalui oleh pelaku dan selalu membayangi pemikiran dan tindakan dia.
  • Kurang kepercayaan diri karena status sosial yang menurutnya rendah.
  • Keinginan untuk tampil sempurna (Perfeksionis)

 

Mungkin dari ketiga hal tersebut, kita pernah mendengar ungkapan besar pasak dari pada tiang, untuk menutupi celah, seseorang harus menutupinya dengan hal yang “wah” meskipun semu belaka.

 

Narsistik sebagai salah satu ciri insecurity

Beberapa orang memandang insecurity sebagai penyakit diri dimana dia merasa selalu dibawah kemampuan orang lain. Lalu bagaimana melawan hal tersebut? Untuk sebagian orang, show off hal atau barang tertentu (pamer/narsis ya bahasa gaulnya) dijadikan tameng untuk menutupi insecurity. Sering nge-IG story selfie-selfie cantik atau hangout di tempat yang hip bersama teman-teman kece mungkin bisa jadi contoh. Bangun citra diri sedemikian rupa supaya “masuk” standar sosial dan merasa nggak sendiri sesungguhnya sebuah bentuk insecurity yang hakiki kan?

 

Saya nggak lalu bilang semua orang yang IG storynya seperti itu kemudian disebut show off dan insecure ya. Karena tujuan orang menggunakan media sosial kan memang berbeda-beda dan seharusnya penilaian ini nggak memengaruhimu. Tapi kalau ada yang tersinggung dan defensif, ya coba dievaluasi lagi tujuannya. Bisa jadi kamu memang insecure.

 

Selain itu, perlu dicatat bahwa sifat narsis tidak selalu berkaitan dengan insecure. Seseorang bisa saja sangat narsis karena memang memiliki sifat kepercayaan diri yang tinggi.

 

Menurut Brokes dalam penelitiannya menjelaskan hubungan insecure dengan narsis yang menjadi ciri-cirinya:

  • Orang insecure akan mencoba membuat orang lain merasakan insecure juga. Bukankah untuk bisa merasa lebih tinggi, maka harus ada orang yang dibawah? Itulah yang mereka pikirkan.
  • Orang yang terus menerus memamerkan pencapaian baik material atau gaya hidup ke beberapa orang saja, bisa saja ia adalah orang insecure dimana mereka berusaha meyakinkan diri bahwa mereka memang hebat dan bernilai.
  • Orang insecure terlalu sering humblebrag atau kalau Indonesianya “berlagak rendah hati”. Beberapa orang memamerkan suatu hal dengan cara yang berbeda. Padahal tujuan akhir mereka adalah untuk pamer. Contohnya merasakan kelelahan harus keliling Eropa demi menghabiskan liburan, dan dia ingin bekerja, namun keluhannya disampaikan dengan foto indah yang diposting di media sosial. Kelelahan menghabiskan makanan mewah.
  • Orang insecure akan berusaha berkomentar apapun terkait berbagai hal yang tidak sesuai dengan “standar” yang dia miliki. Mereka membuat suatu kepercayaan bahwa standar yang mereka miliki adalah yang tinggi dan harus diketahui orang lain. Hal ini tentu menyebalkan.

 

Cara mengatasi insecurity

Apabila kita memahami bahwa kita memiliki sikap insecure, ada baiknya mulai berbenah diri. Melanie Greenberg dalam Psychology Today menyatakan beberapa hal yang mampu membantu kita terhindar dari insecurity, penulis juga merangkumkan beberapa pendapat yang mungkin membantumu sebagai cara mengatasi insecurity :

  • Berikan kesempatan dirimu untuk menerima dan beradaptasi kembali ke kehidupan normal
  • Keluarlah dari zonamu sekarang, pandang lah kehidupan dan ikuti apa yang menarik bagi dirimu sendiri.
  • Dekatkan diri pada keluarga dan rekan-rekan untuk mendapatkan rasa nyaman
  • Dapatkan feedback hanya dari orang-orang yang kamu rasa mengenal kamu dengan baik
  • Cari tujuan hidup yang meaningful untukmu dan terus berusaha mencapainya
  • Jujur sama diri sendiri lebih baik dilakukan sedini mungkin
  • Perbaiki lingkaran pertemananmu. Cut ajalah orang-orang toxic yang cuma bikin insecure
  • Hindari ke acara atau aktivitas yang membuatmu merasa buruk seperti bergaul dengan sosisalita atau ke acara yang mengharuskanmu menjadi pribadi yang berbeda.
  • Datanglah ke acara yang kamu sukai, dan temukan kepribadian sesungguhmu.
  • Sadarlah bahwa kehidupan tidak selalu diatas.
  • Yang terpenting adalah menebalkan aspek emosional dan spiritual agar menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Referensi :

Brookes, J. (2015). The effect of overt and covert narcissism on self-esteem and self-efficacy beyond self-esteem. Personality And Individual Differences, 85172-175. doi:10.1016/j.paid.2015.05.013

Author

Sory if i made any mistake

2 Comments

Leave a Reply