Ladybird Journal – Menurut tirto.id, terdapat lebih dari 92 ribu kasus kematian akibat kanker terjadi pada perempuan di Indonesia pada 2014. Sebanyak 10,3 persen merupakan jumlah kematian yang disebabkan kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada daerah leher rahim yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Salah satu hal yang kamu bisa lakukan untuk mencegah atau mendeteksi kanker serviks secara dini adalah dengan melakukan pap smear.

Apa itu pap smear?

Pap smear adalah prosedur skrining untuk kanker serviks. Prosedur ini melihat ada atau tidaknya sel-sel prekanker atau kanker di serviks.

Pada saat pemeriksaan dilakukan, kamu akan diminta untuk berbaring di meja dengan lutut ditekuk. Dokter kemudian akan memasukkan alat yang disebut dengan spekulum ke dalam vagina untuk melebarkan dinding vagina dan membuka akses ke serviks, sehingga dokter bisa melihat serviks dan mengambil sampel sel-sel serviks dengan alat yang disebut spatula. Saat dan setelah pemeriksaan, kamu mungkin akan merasakan ketidaknyamanan dari pengambilan sampel sel tersebut, tapi rasa itu tidak akan berlangsung lama.

Kapan harus melakukan pap smear?

Menurut Healthline, seberapa sering kamu perlu melakukan pap smear ditentukan oleh beberapa faktor, termasuk usia dan potensial risiko:

Usia Frekuensi pap smear
<21 tahun, tidak aktif secara seksual, tidak ada faktor risiko Tidak diperlukan
<21 tahun, aktif secara seksual 3 tahun sekali
21-29 3 tahun sekali
30-65 3 tahun sekali, atau 5 tahun sekali jika hasil pap smear selalu negatif
65 ke atas Kemungkinan sudah tidak perlu pap smear, bisa dibicarakan dengan dokter

 

Apa saja yang harus dipersiapkan menjelang pemeriksaan pap smear?

Pap smear memang prosedur yang terdengar menakutkan karena berhubungan dengan daerah tubuhmu yang paling privat, apalagi jika kamu belum pernah melakukan pemeriksaan di daerah vagina sebelumnya. Ada beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk meminimalisir ketidaknyamanmu saat melaksanakan prosedur pap smear:

  1. Lakukan pap smear saat sedang tidak menstruasi
  2. Tidak berhubungan seksual selama dua hari sebelum pemeriksaan
  3. Jangan membersihkan vagina dengan douche setidaknya tiga hari sebelum pemeriksaan
  4. Tidak menggunakan tampon selama dua hari sebelum pemeriksaan
  5. Tidak menggunakan alat kontrasepsi dan obat-obatan vagina lainnya selama dua hari sebelum pemeriksaan karena dapat menghilangkan atau mengaburkan sel-sel abnormal

Di awal pemeriksaan, beritahu doktermu jika kamu:

  1. Sedang hamil atau mungkin hamil
  2. Memiliki masalah reproduksi atau saluran kemih dengan gejala seperti gatal, luka, bengkak, bau yang tidak biasa, keputihan
  3. Menggunakan alat kontrasepsi
  4. Telah menjalani operasi atau prosedur lain yang berkaitan dengan vagina, serviks, rahim, atau vulva
  5. Baru pertama kali melakukan pemeriksaan pap smear

Setelah menerima hasil pemeriksaan, konsultasikan lagi dengan doktermu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya, apa ada tes-tes lain yang harus kamu laksanakan, dan kapan kamu harus melaksanakan pap smear lagi. Dengan melakukan skrining ini, kamu bisa mencegah atau mengatasi kanker serviks sebelum terlambat.

Author

:D

Leave a Reply