New York, New York

I want to wake up in that city

That never sleep

And find I’m king of the hill

Top of the list

Head of the heap

LadyBird Journal – Pertama kali saya ke New York, saya baru berusia 18 tahun. Empat tahun tinggal disana, bukan hanya memberikan pengalaman hidup, tapi juga membentuk karakter saya saat ini. Berbekal hanya kenal dengan satu teman yang berangkat bersama saya dari Jakarta (dia tinggal di Brooklyn sedangkan saya di Queens), Saya merantau ke NYC. Mungkin Birdies bertanya-tanya apa sih Brooklyn dan Queens? Bukankah artikelnya seharusnya menceritakan pengalaman tinggal di New York?

 

Yup, ini adalah tentang New York. Tentang pengalaman tinggal di New York. Dan tentang hal fundamental yang saya temukan selama disana. Hope y’all enjoy it 🙂

 

5 Wilayah New York

New York City (atau yang biasa orang sebut, New York) berada di New York State. Jangan bingung dulu karena sama seperti Jakarta, nama provinsi dan nama kotanya hampir sama. Bisa dibilang New York adalah mini bola dunia, karena kalian pada dasarnya bisa menemukan segala jenis ras, agama, komunitas, dan bahasa disitu.

 

New York terbagi menjadi 5 bagian, yaitu Manhattan, Brooklyn, Queens, Bronx, dan Staten Island. Fun fact, selama saya tinggal di New York saya tidak pernah ke Staten Island. Setiap kota bagian nya memiliki ciri khas nya tersendiri.

 

Contohnya Manhattan, menurut saya kota bagian satu ini sangatlah bising, berisik, dan tidak pernah sepi. Selalu ada hal yang bisa saya lakukan di Manhattan. Universitas Baruch College tempat saya kuliah terletak di Flatiron, Manhattan. Lokasinya berada diantara Midtown dan Union Square.

 

Ragam Manusia New York

Bryant Park, Manhattan
Bryant Park, Manhattan

 

Transportasi umum di New York adalah subway train, dari ujung kanan New York ke ujung kiri New York, kalian hanya butuh naik kereta ini saja. Most of the time, New Yorkers (sebutan untuk orang-orang lokal New York) biasa mengandalkan subway train kecuali pada akhir pekan. Oleh karena itu, setiap hari saya bulak balik dengan subway train jalur E yang berwarna biru atau F yang berwarna orange dengan rute Manhattan – Queens dan sebaliknya.

 

Setiap saya tiba di Manhattan dan keluar stasiun kereta, suasananya berbeda dengan Queens. Mungkin bahkan berbeda dengan suasana dari segala kota yang sudah pernah saya kunjungi. Manhattan itu unik, original, fast pace dan ambisius. 

 

Semua orang berjalan cepat. Buat mereka waktu adalah uang. Untuk mereka, jangan sia-siakan waktu untuk hal yang tidak berbobot. Saya merasa, New Yorkers sudah memiliki mindset apa yang harus mereka gapai. Kalian bisa menemukan berbagai jenis orang-orang yang ambisius dengan profesi yang berbeda. Dari seorang artis broadway yang cantik sampai ke orang finance yang terlihat arogan.

 

Hangout di New York

High Line , Lower Manhattan
High Line, Lower Manhattan

 

Kalau saya ingin bercengkrama dengan teman-teman, kami akan pergi ke Lower Manhattan. Daerahnya bernama East Village dan West Village. Kalau ke East Village, kami senang pergi makan makanan jepang. Ada satu restoran favorit saya bernama Oh Taisho. Restoran ini menjual cream salmon yakisoba dan yakitori terenak di New York.

 

Biasanya setelah saya dan teman-teman ke Oh Taisho, kami akan berkaraoke di St. Marks Karaoke. Suara saya memang kelewatan sumbangnya. Tapi karena saya karaoke dengan teman-teman tercinta, saya merelakan mereka meringis mendengarkan suara saya saat bernyanyi.

 

Kemudian, kalau kami ingin menikmati malam yang indah di New York, kami akan pergi ke Le Bain di West Village. Kami bisa melihat pemandangan Hudson River dari sini sambil duduk-duduk di outdoor rooftop nya.

The Concrete Jungle; Manhattan

American National Museum of History, Upper West Manhattan
American National Museum of History, Upper West Manhattan

 

Untuk Manhattan, kehidupan saya paling sering ada di beberapa tempat yakni:

  • di Flatiron karena di sana daerah kampus saya,
  • Union Square karena ada tempat cycling studio saya yang bernama Flywheel,
  • Lower Manhattan untuk hangout dengan teman-teman, dan
  • Herald Square untuk belanja di awal bulan.

 

Another fun fact, ketika kamu sudah menjadi penduduk New York, atau yang biasa di panggil New Yorker, sebisa mungkin kamu akan menghindari yang namanya Times Square. Tempat ini sangatlah touristy, ramai, dan sumpek. Satu daerah lagi yang termasuk saya kunjungi khusus untuk main ke rumah teman saya adalah Harlem di Upper East Manhattan.

 

Kalau naik kereta ke atas sedikit, kalian bisa menemukan restoran yang berjualan soul food yang sangat terkenal untuk orang lokal dan enak sekali. Namanya Sylvia’s. Ayam goreng dan mashed potato nya saat ini terngiang di otak saya, lidah saya pun sekarang dapat merasakan kenikmatannya.

 

Manhattan memang benar concrete jungle. Semua orang memang bisa berkunjung ke Manhattan, tapi tidak semua orang bisa bertahan dengan kehidupan Manhattan. Itulah pengalaman tinggal di New York yang saya dapatkan selama kuliah di sana.

 

“New York, The greatest city in the whole world”- Frank Sinatra

Author

To travel is to conquer the world

Leave a Reply