cara mengatasi perfeksionis

LadyBird Journal – Perfeksionisme bisa menjadi hal yang baik untuk kita. Namun terdapat pula dampak negatif perfeksionis yang belum banyak dibahas. Terutama ketika kita tidak memiliki mekanisme untuk mengatasi saat apa yang kita inginkan tidak tercapai. Karena itu, yuk coba cari tahu dampak negartif perfeksionis dan cara mengatasi perfeksionis yang negatif dan mengaturnya agar tetap berdampak baik bagi kita.

 

Tipe Perfeksionis Maladaptive

Dalam sebuah penelitian, dikenalkan maladaptive perfectionist. Maladaptive perfectionist merupakan salah satu jenis perfeksionis yang banyak terjadi, muncul karena ketidakmampuan kita untuk menemukan cara yang baik untuk mengatasi keadaan yang tidak berjalan sesuai yang kita inginkan. Mereka yang merupakan maladaptive perfectionist lebih mungkin untuk mengalami depresi dan masalah kesehatan mental lainnya.

 

Dampak Negatif Perfeksionis

Orang yang memiliki tipe maladaptive perfectionist juga lebih mungkin untuk mengalami burnout dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari dan juga lebih mungkin untuk melakukan prokrastinasi dalam menjalankan tugas yang bukan tugas utama mereka. Beberapa juga mungkin untuk menghindari sama sekali melakukan pekerjaan mereka.  

 

Individu yang perfeksionis juga lebih mungkin untuk mengalami emosi dengan lebih ekstrim, biasanya merupakan emosi negatif seperti rasa marah, sedih maupun rasa bersalah. Kesulitan mengambil keputusan juga menjadi salah satu hal yang dapat terjadi jika kita adalah seorang perfeksionis.

 

Cara Mengatasi Perfeksionis Yang Negatif

Mengetahui berbahayanya perfeksionisme, bagaimana sih kita bisa menjaga diri kita agar kita bisa tetap bisa baik kepada diri kira dan juga berusaha untuk mengembangkan diri kita?

 

Mengembangkan self-awareness.

Cara mengatasi perfeksionis yang negatif pertama adalah dengan Self-awareness. Self-awareness pada hal ini adalah mengenali dan mengakui pada diri sendiri bahwa kita, seperti manusia lainnya, pernah membuat kesalahan dan ada beberapa hal dalam kehidupan kita yang tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Kita bisa mulai dengan mencoba dari satu contoh dimana kita mencoba untuk meraih kesempurnaan, dan benar-benar memeriksa apakah dalam proses tersebut ada hal negatif yang kita alami atau dialami oleh orang lain di sekitar kita.

 

Dengan introspeksi diri yang mendalam, kita akan lebih mudah untuk mengakui bahwa berbuat salah merupakna hal yang manusiawi, dan tidak semua hal akan berjalan sesuai rencana, sehingga kesempurnaan bukan lagi menjadi obsesi.

 

Menemukan keseimbangan dalam hidupmu.

Kamu bisa mulai dengan membuat daftar mengenai semua kualitas yang ada dalam diri kamu, baik hal baik, bakat maupun pencapaian yang kamu miliki hingga saat ini. Kamu juga perlu untuk menantang kembali pemikiran negatif yang ada dalam pikiranmu sendiri. Pemikiran negatif akan diri sendiri dan performa diri sendiri merupakan hal yang banyak terjadi pada orang yang perfeksionis.

 

Hal ini merupakan hal yang bisa mengganggu kita untuk berbuat salah dan tumbuh sebagai individual. Menerima diri apa adanya merupakan langkah utama untuk mengurangi kritik dalam diri sendiri dan meminimalisir kecenderungan kamu untuk menjadi perfeksionis.

 

Referensi

[1] Boyes, A. (2018, 2 April). How Perfectionists Can Get Out of Their Own Way. Harvard Business Review.

[2] Gnilka, P. B., Ashby, J. S., & Noble, C. M. (2012). Multidimensional perfectionism and anxiety: Differences among individuals with perfectionism and tests of a coping‐mediation model. Journal Of Counseling & Development, 90(4), 427-436. doi:10.1002/j.1556-6676.2012.00054.x

[3] Lombardo, E. (2016, 18 November). 9 Signs that You Might Be a Perfectionist. Psychology Today

[4] Morin, A. (2015, 12 Agustus). Your Field Guide to the Perfectionist. Psychology Today

[5] Ruggeri, A. (2018, 21 Februari). The Dangerous Downsides of Perfectionism. BBC

[6] Smith, A. ( 2010, 1 September). Finding Balance: Enjoy Being Perfectly Imperfect. Psychology Today

[7] Szymanski, J. (2011, 2 Desember). A Perfectionist’s Dilemma: How to Balance More is Better vs. Diminishing Returns? Psychology Today.

[8] Tabaka, M. (2017, 31 Oktober). 8 Signs You’re A Perfectionist (and Why It’s Toxic to Your Mental Health). Inc

[9] Thornton, E.R. (2015, 12 Juli). Do You Have Perfectionist Mental Mode? Psychology Today

[10] Tsaousides, T. (2016, 6 Mei). How to be the Perfect Perfectionist. Psychology Today

[11] Whitbourne, S.K. (2012, 29 Desember). All Perfectionists are not Created Equal. Psychology Today

[12] Whitener, S. (2018, 2 Januari). Why Being A Perfectionist Can Hold You Back. Forbes

 

Leave a Reply