alasan kenapa traveling itu penting

LadyBird Journal – Siapa sih yang tidak senang mendapat kesempatan untuk traveling keluar kota atau bahkan keluar negeri? Tapi apa tujuan hanya untuk menghamburkan uang saja? Well, jawabannya tergantung. Untuk sebagian orang, jalan traveling adalah hobi. Sedangkan bagi yang lainnya, hal ini dilakukan untuk menghilangkan stress dari hiruk pikuk kegiatan sehari-hari. Sebenarnya, terdapat banyak alasan kenapa traveling itu penting.

 

Berbagi dari pengalaman pribadi, Ayah saya sudah traveling sejak muda dan bujangan. Dari Filipina sampai Afrika Selatan telah beliau jelajahi. Karenanya, kecintaan terhadap traveling sudah ditanamkan oleh orang tua semenjak saya berusia 5 bulan. Buat orang tua saya, lebih baik uang yang mereka hasilkan dan tabung digunakan untuk traveling, daripada dihabiskan membeli barang karena ke-impulsive-an saja.

 

Hingga sekarang, hal tersebut membuat saya merasa traveling sebagai kebutuhan. Kenapa? Karena saya jadi merasakan manfaatnya. Berikut adalah beberapa alasan kenapa traveling itu penting yang saya dapatkan dari kegemaran saya berkeliling dunia:

 

1. Menghilangkan stress

“Live in the moment”

Ketika saya berangkat keluar kota atau negeri, saya berusaha untuk menyelesaikan urusan sehari-hari saya sebelum pergi terlebih dahulu. Jadi, ketika saya sudah berada ditempat destinasi, saya bisa menyegarkan pikiran saya. Apalagi kalau saya berjalan-jalan dengan teman-teman atau keluarga, kami tertawa dan membahas apa saja yang sedang terjadi disaat itu, bukan membahas pekerjaan atau kuliah.

 

Apabila saya berpergian ke daerah metropolitan, saya suka sekedar duduk-duduk di cafe dan melihat orang-orang lokal berlalu lalang. Hal ini membuat saya santai. Apabila saya berjalan-jalan untuk mencari udara sejuk, saya sebaik mungkin menggunakan kegiatan itu untuk refreshing dan menghilangkan penat akan kota metropolitan.

 

Traveling dengan keluarga dan teman-teman juga membuat saya menjadi lebih dekat dengan mereka. Kita jadi lebih fokus dan lebih terbuka terhadap satu sama lain, karena tidak terdistraksi akan hal duniawi yang terlalu hiruk pikuk. Saya menjadi lebih menghargai keberadaan orang-orang tersayang saya.

 

2. Membuka wawasan dengan mengenal budaya baru

alasan kenapa traveling penting mengenal budaya laian

Alasan kenapa traveling itu penting yang berikutnya adalah karena traveling membuka wawasan budaya. Ketika saya mendatangi destinasi baru, saya selalu belajar hal-hal dan budaya baru. Traveling memberikan saya akses untuk memperluas wawasan saya. Setiap saya datang ke tempat baru, saya suka melakukan riset terhadap negara itu. Contohnya ketika saya pergi ke Thailand, saya mencari tahu tentang sejarah kerajaan dan perkembangan ekonomi Thailand.

 

Kemudian, apabila budaya negara yang saya kunjungi dan pelajari positif serta masih sesuai dalam lingkup budaya asal saya, maka akan saya terapkan ke kehidupan sehari-hari saya. Contohnya, ketika saya berada di Canada, orang-orang disana sangatlah ramah. Ketika sedikit saja kesalahan yang mereka lakukan, seperti menyenggol kita ketika mereka sedang berjalan, maka mereka langsung meminta maaf.

 

Kemudian, ketika saya berada di Jepang, saya tidak membuang sampah sembarangan. Apabila ada sampah dan tidak menemukan tempat sampah, maka saya akan menyimpan sampahnya sampai akhirnya ada tempat membuangnya. Yang terakhir, ketika saya berada di Amerika, saya selalu bilang terima kasih kepada orang-orang yang sudah membantu saya, kepada orang di kasir, orang yang membukakan pintu untuk saya, dan lainnya.

 

3. Menghargai perbedaan dan toleransi

alasan kenapa traveling itu penting untuk toleransi

Dengan adanya kesempatan untuk berjalan-jalan ke daerah baru, saya menemukan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda. Traveling membuat saya menjadi pribadi yang open-minded. Contohnya, ketika saya pergi ke Bali, walaupun masih satu negara dengan Indonesia yang bermayoritas agama Muslim, latar belakang provinsi ini adalah Hindu. Oleh karena itu, banyak tempat beribadah untuk pengikut agama Hindu. Selain itu, dijalanan banyak sesajen yang sangat dianjurkan untuk kita lindungi, bukan malah kita rusak.

 

Akhirnya, saya menjadi lebih menghormati sesama umat beragama agar agama saya juga di hormati dan kita bisa saling hidup dengan aman dan tentram. Kemudian saya pernah berjalan-jalan ke San Fransisco, California. Kota itu adalah kota LGBTQ terbesar di Amerika. Memang agama saya melarang akan LGBTQ, akan tetapi, menurut saya apabila mereka tidak mengusik saya serta agama saya, kemudian kita tetap hidup di dalam keadaan damai dan tentram, maka saya bisa bertoleransi dengan mereka.

 

4. Menjadi lebih mandiri

alasan kenapa traveling itu penting menjadi mandiri

Setiap saya traveling, saya selalu berusaha untuk mengatur perjalan saya sendiri. Seperti dari memesan tiket, hotel, transportasi apa saat disana dan merencanakan kemana saja saya akan jalan-jalan. Saya tidak selalu pergi ke daerah yang bisa berbicara melayu atau english.

 

Saya pernah ke Quebec, Canada dimana orang-orangnya hanya berbicara bahasa Prancis, kemudian saya pernah ke Jepang, yang notabene penduduknya tidak mau untuk belajar bahasa asing. Untung dijaman digitalisasi ini, kita bisa serba tahu dengan adanya search-engine, karena itu saya manfaatkan sebaik-baik mungkin.

 

Kemudian sesampainya di tujuan, saya harus aktif mencari tahu dan bertanya kepada orang-orang sekitar yang kadang bahkan harus berkomunikasi dengan bahasa tarzan. Apa lagi kalau saya hanya berjalan-jalan dengan teman-teman saya. Tidak ada mama yang menyiapkan perlengkapn mandi, dan tidak ada papa yang menjadi bodyguard pribadi. Saya harus siap mandiri agar bisa survive di kota atau negeri orang.

 

Ketika saya berumur 17 tahun, saya harus berangkat dari Jakarta ke Seattle, Amerika. Sebelum sampai di Seattle, saya harus transit di Taipei, Los Angeles dan San Fransisco (perjalanan ini memakan waktu sampai 24 jam penerbangan.) Kemudian, setelah sekitar 20 jam diudara, saya sampai di San Fransisco sekitar jam 12 malam dan harus menunggu flight ke Seattle pukul 6 pagi besoknya.

 

Tapi, salahnya saya adalah sampai 1 jam sebelum flight ke Seattle, saya masih bersantai belum melihat layar pengumuman dan ternyata flight saya di cancel. Bayangkan, di umur 17 tahun, sendirian, belum kenal siapa-siapa, dan capek sudah hampir 30 jam belum rebahan dan mandi, saya mendapat musibah bahwa flight saya di cancel. Rasanya mau nangis, tapi saya sadar kalau nangis tidak akan menyelesaikan masalah dan mengantarkan saya ke Seattle. Lalu saya memutuskan untuk memesan tiket pesawat baru secara online. Sebelum hari itu berakhir, saya akhirnya sampai di Seattle. Terima kasih mbah Google.

 

Itulah kira-kira alasan kenapa traveling itu penting dari pengalaman saya pribadi. Yuk mulai sisihkan budget dan jelajah tempat-tempat seru!

 

Sumber:

[1] Pengalaman pribadi 🙂

Author

To travel is to conquer the world

Leave a Reply