LadyBird Journal – Birdies, familiar dengan IQ? IQ (Intelligence Quotient) merupakan  ukuran yang biasa digunakan untuk melihat kecerdasan kognitif seseorang. Bisa juga disebut sebagai seberapa “book-smart” seseorang. Lalu, bagaimana dengan EQ? Apa yang diukur dari masing-masing IQ dan EQ yang membuatnya berbeda? Dan sebenarnya lebih penting IQ atau EQ?

 

Yang Diukur Dari IQ

IQ diukur dengan membagi usia mental dengan usia biologis yang kemudian dikalikan 100. Hal yang diukur untuk menentukan IQ diantaranya adalah proses visual dan spasial (pengukuran ruang), pengetahuan dunia, fluid reasoning, memori jangka panjang dan pendek, dan penghitungan kuantitatif.

 

Yang Diukur Dari EQ

Bagaimana dengan EQ (Emotial Quotient)? Di tahun 1996, melalui bukunya Emotional Quotient, Daniel Goleman mempopulerkan dan berargumen bahwa EQ lebih penting daripada IQ. EQ sendiri mengukur kemampuan mengidentifikasi emosi diri sendiri maupun orang lain, mengatur emosi sendiri, memperkirakan emosi orang lain dalam konteks tertentu, berelasi dengan orang lain dan menggunakan emosi dalam situasi sosial.

 

Pengaruh IQ dan EQ Bagi Seseorang

Orang dengan IQ yang tinggi diketahui lebih mampu secara akademis di sekolah. Selain itu juga menghasilkan lebih banyak uang dan secara umum lebih sehat. Namun, sekarang para peneliti menemukan bahwa kesuksesan seseorang dalam hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk di antaranya adalah EQ.

 

EQ banyak berpengaruh dalam bidang pekerjaan. Salah satunya di bidang bisnis dan penjualan. Penjual yang mempunyai nilai EQ (di antaranya empati, inisiatif dan rasa percaya diri) mampu menjual lebih banyak dibandingkan mereka yang mempunyai nilai EQ yang lebih rendah. Mereka yang mempunyai kemampuan berelasi lebih baik akan lebih mampu mendapatkan kepercayaan sehingga mereka bisa menawarkan barang atau jasa mereka.

 

Secara umum, saat ini ditemukan bahwa IQ dan EQ merupakan dua dari banyak faktor yang menjamin keberhasilan seseorang dalam hidup. Misalnya penelitian dari Cotrus, Stanciu, dan Bulborea di tahun 2012 mengatakan bahwa dalam melihat keberhasilan atau kegagalan seorang siswa di sekolah, 80% di antaranya dipengaruhi oleh EQ mereka dan hanya 20% dipengaruhi intelegensi.

 

Jadi, menjawab judul artikel ini, lebih penting IQ atau EQ, mungkin jawabannya IQ dan EQ memiliki perannya masing-masing. Tergantung mana prioritas dalam hidupmu. Apa menurutmu yang paling penting dalam hidup itu adalah banyak uang dan pintar akademis? Kalau ya, mungkin punya IQ yang tinggi rasanya lebih cocok. Namun jika lebih percaya bahwa kebahagiaan timbul dari hubungan yang kamu miliki dengan orang lain, mengasah EQ bisa jadi jawabannya.

 

Tapi jelas keseimbangan IQ dan EQ itu penting dimiliki. Kalau mau memaksimalkan diri, sebaiknya kamu meningkatkan kemampuan di berbagai bidang, baik yang bisa menguatkan IQ maupun EQ kamu.

 

Referensi:

Situs verywellmind.com

Situs Science Direct

 

Leave a Reply