produktif kerja tanpa lembur

LadyBird Journal – Dalam pekerjaan, kita pasti sadar tentang pentingnya bekerja dengan produktif. Penelitian menunjukkan bahwa bekerja dengan produktif memiliki banyak berpengaruh positif, baik pada pekerja maupun dengan tempat kerja tersebut. Namun pada proses ingin produktif, seringkali banyak dari kita yang menganggap karna kerjaanya yang banyak banget, jadinya kita harus kerja lembur dengan menganggap bahwa ngga ada cara lain bisa produktif tanpa lembur. 

 

Padahal sudah yakin kerjaan yang memang banyak dan bikin kita nggak ada pilihan lain selain lembur? Atau kitanya yang masih belum bisa optimal untuk produktif kerja?

 

Efek Negatif Lembur Atas Nama Ingin Lebih Produktif

Memang, bekerja lembur sepertinya terlihat sebagai strategi yang baik untuk menyelesaikan banyak pekerjaan. Namun penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara bekerja lembur dengan penyakit jantung koroner.

 

Dr. Virtanen melalui penelitiannya menjelaskan bahwa bekerja lembur meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, dan pekerja yang memilih untuk bekerja lembur cenderung untuk mengabaikan tanda-tanda yang menunjukkan menurunnya kesehatan dan menolak untuk mencari bantuan dengan dokter.

 

Mereka yang bekerja lembur juga cenderung merupakan bagian dari tipe A, yang mempunyai kecenderungan perilaku kompetitif, agresif, kaku, sadar akan waktu dan secara umum kasar. Mereka lebih mungkin untuk mengalami masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan dan depresi, dan menolak untuk mencari bantuan sebelum benar-benar terdeteksi (cenderung ya, nggak berarti semua). Kalau sudah begini, maunya bisa produktif tanpa lembur kan?

 

Tips Produktif Kerja Tanpa Lembur

Nah, untuk tetap memastikan kalau kalian bisa bekerja secara produktif tanpa harus menghabiskan waktu untuk  lembur, berikut beberapa tipsnya agar bisa produktif kerja tanpa lembur:

1. Jangan Mengerjakan Lebih dari Satu Pekerjaan dalam Satu Waktu (Multitasking)

Seringkali kita menganggap dengan mengambil banyak beban pekerjaan, kita akan dengan cepat menyelesaikan semua tanggung jawab kita. Namun penelitian menunjukan bahwa multitasking lebih berisiko untuk kita, karena memungkinkan kita untuk tidak fokus dan lebih mungkin untuk membuat kesalahan dalam pekerjaan kita.

Jika kita tidak bisa berhenti memikirkan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, kita tidak akan bisa terbebas dari pekerjaan kita, bahkan ketika kita sudah di luar tempat kerja. Kita bisa mulai untuk melakukan satu tugas dalam satu waktu (mono-tasking), dan menentukan durasi kita mengerjakan tugas tersebut. Mono-tasking juga memungkinkan kita untuk memberikan fokus kita pada satu topik pada satu waktu, sehingga kita tidak merasa terbebani dengan pekerjaan.

 

2. Organisasi dan Kerjasama

Selanjutnya, perlu diingat, bekerja sendiri bukan berarti efisien. Ada anggapan bahwa dengan bekerja sendiri, kita memegang kendali terhadap semua tanggung jawab kita, dan kita dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kita dengan cepat dan produktif. Namun dengan mengorganisasikan tugas kita, kita dapat melihat hal yang harus kita lakukan dan di mana hal-hal yang dapat membantu kita. Menyusun bahan pekerjaan yang harus kita lakukan dapat dilakukan untuk menjalankan cara ini.

Selain dengan organisasi, berbagi tanggung jawab juga bisa membantu kita untuk lebih produktif. Tidak hanya mendapatkan fokus yang kita butuhkan, mengerjakan proyek bersama dengan rekan yang dipercaya juga menambahkan sudut pandang baru yang mungkin kita butuhkan dalam pekerjaan, sehingga kita juga dapat mempelajari hal baru.

 

3. Tentukan Prioritas

Prioritas bukan hanya mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, tapi juga menentukan apa yang harus dilakukan. Dengan menentukan waktu tersendiri untuk bekerja atau untuk hal lain dalam hidup, kita dapat dengan tenang menyelesaikan tanggung jawab kita dan orang-orang di sekitar kita akan mempunyai ekspektasi yang jelas terhadap kontribusi kita.

 

4. Ingat untuk Istirahat

Seperti penjelasan di atas, bekerja terus-menerus tentunya tidak sehat, baik secara fisik maupun secara mental. Bekerja lembur juga bukan cara yang efektif untuk bekerja, karena pengaruhnya dalam jangka yang panjang dapat menghalangi usaha kita untuk terus berkarya. Hal-hal kecil seperti melakukan peregangan selama duduk di kantor atau mengambil beberapa waktu untuk istirahat dan olahraga tanpa diganggu dapat membantu untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.

 

5. Bangun Tempat Kerja yang Produktif

Tempat kerja yang produktif dapat membantu kita lebih efisien, mencapai target lebih cepat dan secara umum membuat kita lebih senang dengan pengalaman bekerja kita. Buang hal yang tidak diperlukan, bersihkan area bekerja dan pasang dekorasi yang dapat mendukung kita jika kita sedang lelah dalam bekerja dapat memacu kita untuk terus bekerja, dan akhirnya menyelesaikan semua tanggung jawab kita dengan produktif.

 

Sumber: 

[1] Halonen, S.M. (2014, 23 Mei). “Why do You Find It So Hard not to Multitask?”. Situs Psychology Today

[2] Nauret, R. (2010, 12 Mei). “Health Problems from Working Overtime”. Situs Psych Central. 

[3] Seppala, E., Cameron, K. (2015, 1 Desember). “Proof that Positive Work Cultures are More Productive”. Situs Harvard Business Review

[4] Stones, R. (2018, 14 Maret). “5 Ways to be More Productive at Work”. Situs Classy Career Girl

[5] Foto dari situs Pinterest

1 Comment

Leave a Reply