Biografi Beth Comstock: Pelajaran Karir Dari Mantan CMO dan Vice Chair GE

LadyBird JournalBirdies, pernah dengar perusahaan NBC? National Broadcasting Company yang merupakan rumah dari berbagai acara televisi populer di US. Channel TV ini merupakan salah satu hasil inovasi perusahaan teknologi terkemuka di tingkat internasional dari perusahaan General Electric atau yang banyak dikenal sebagai GE.  

Sebagai perusahaan yang sudah bertahan selama ratusan tahun, General Electric sudah melalui beberapa kepemimpinan di bawah CEO yang berbeda-beda. Namun hanya ada beberapa perempuan yang pernah menduduki jabatan senior dalam kepemimpinan General Electric. Salah satu pemimpin perempuan tersebut adalah Beth Comstock.

Mungkin kalian jadi bertanya-tanya apa spesialnya Beth Comstock ini sampai bisa menjadi salah satu pemimpin GE. Well, berikut kisah dan pelajaran yang ia dapat selama meniti karirnya yang dapat menjadi inspirasi kita juga dalam berkarir di tempat kerja.

 

Perjalanan Karir Beth Comstock

Setelah pendidikan Biologi yang diambilnya di The William and Mary College,  Elizabeth “Beth” Comstock memilih meninggalkan karirnya di bidang penelitian untuk mendalami pemberitaan. Warga kota New York ini  pernah bekerja di CNN dan CBS, dan kemudian menjadi bagian dari divisi public relation di kanal NBC.

 

Saat dibentuk di bawah kepemimpinan General Electric, Beth juga bekerja sebagai Kepala bagian Media Terintegrasi (Integrated Media). Kemampuan Beth untuk berinovasilah yang membantunya menempati jabatan Chief Marketing Officer (CMO) di GE pada tahun 2003. Sebuah posisi yang (uniknya) selama 20 tahun tidak terisi.

 

Di bawah kepemimpinan Beth, GE mampu beradaptasi dengan perkembangan pemasaran dan iklan di tingkat global. Posisinya sebagai kepala di bagian Media Terintegrasi dimulai pada tahun 2006, sebuah posisi yang bertanggung jawab untuk inovasi media digital dan pendapatan dari iklan (ad revenue).

 

Beth juga terlibat dalam pengembangan awal layanan streaming yang sekarang kita kenali sebagai Hulu, perusahaan permodalan Peacock Equity dan juga perolehan sebuah situs web media massa yang mempunyai fokus konten perempuan iVillage.

 

Kemudian sejak Agustus 2015, Beth ditunjuk oleh Immelt sebagai wakil kepala (vice chair) General Electric, mengepalai unit inovasi bisnis (Business Innovation), bersamaan dengan usaha Immelt untuk mengarahkan General Electric dari perusahaan yang berfokus pada pengembangan mesin dan transportasi menjadi perusahaan digital dan pengembagan energi dan energi terbarukan. Pekerjaannya di unit Business Innovation membuat Beth bertanggung jawab dalam hal mempercepat bisnis baru dan membantu mempertahankan transisi komersial perusahaan sesuai perkembangan teknologi.

 

Di tahun 2011, Beth juga tergabung dalam jajaran direktur di perusahaan Nike. Beth memutuskan untuk berhenti dari posisinya di GE sebagai vice chair di akhir 2017. Sejak awal 2018, Beth merupakan trustee president di Museum Desain Cooper-Hewitt Smithsonian. Dia juga merupakan anggota baru Board of Trustees di The National Geographic Society mulai tahun 2018 bersama dengan pionir energi solar dan pengusaha Lyndon Rive.

 

Mengatasi Sifat Pemalu Untuk Karirnya

Dengan jalur karirnya yang mengesankan, Beth ternyata perlu waktu untuk menyesuaikan diri ke dalam budaya korporasi Amerika. Dalam karirnya dia harus menyesuaikan kepribadian introvertnya di lingkungan pekerjaan yang lebih ekstrovert seperti bisnis.

 

Menurutnya, memang dibutuhkan waktu untuk menguasai kemampuan seperti bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang, namun kemudian dia belajar untuk menyeimbangkan kemampuan yang sudah dia miliki dan yang harus dia pelajari. Rasa percaya diri juga merupakan sesuatu yang  menjadi kesulitan dalam karir Beth.

 

Immelt pernah mengatakan, “Aku perlu kau untuk menyuarakan pendapatmu. Kau di sini bukan tanpa alasan, dan jika kau tidak menyuarakan pendapatmu, hal itu tidak akan baik untuk perusahaan dan tidak baik untukmu.”

 

Menurut Beth, membangun rasa percaya diri berarti menantang diri sendiri dalam hal-hal kecil. “Mungkin tidak selamanya usahamu akan berakhir dengan baik, tapi itu bukanlah risiko yang besar. Semakin percaya diri, kau akan lebih mungkin untuk mengambil risiko yang lebih besar.”

 

Pelajaran Karir Yang Didapat Beth Selama Bekerja

1. Bekerja lebih pelan dan mulai minta bantuan.

Dalam wawancaranya dengan Washington Post, Beth membahas hal tersebut, “Kau datang ke setiap rapat dan dalam setiap interaksi kau sudah memikirkan semuanya, dan ingin semuanya sudah rapi: “Ini idenya, ayo lakukan”. Semuanya tidak bekerja seperti itu. Semua orang ingin menjadi bagian dari proses pekerjaan. Mereka ingin jadi bagian dari penemuan dan inovasi dan menemukan ide-ide kita. Mereka ingin membantu.”

 

Menurutnya feedback seperti itu membuatnya tersadar. “feedback itu membuatku tersadar bahwa secara umum, di kehidupan pribadi dan profesionalku, aku takut untuk meminta bantuan. Aku merasa bahwa aku harus melakukannya sendiri dan selalu kuat mengatasi segala yang terjadi. Tapi pada kenyataannya saat kau meminta bantuan, ide-ide yang muncul menjadi lebih baik dan proyek-proyek yang kau jalani menjadi lebih mudah, bahkan menyenangkan.”

2. Beth juga merupakan pendukung keragaman di tempat kerja, termasuk di posisi eksekutif dan kepemimpinan.

Menurutnya, kita harus menyingkirkan ide bahwa perempuan hanya bisa bekerja di bidang tertentu. Dalam wawancaranya dengan Forben, Beth mengatakan

 

“Aku merupakan orang yang sangat percaya pada keragaman karena itu bisa membantu kita dalam berinovasi. Sangat penting untuk mengelilingi dirimu dengan tim yang beragam — dan itu berarti laki-laki dan perempuan — tapi aku juga bicara mengenai keragaman secara lebih umum seperti pengalaman, gaya kepemimpinan dan pemikiran. Tidak ada cukup pemimpin perempuan di dunia bisnis. Aku merasa bahwa itu adalah tugasku untuk membawa banyak perempuan hebat dan membantu mereka untuk sukses dalam peran mereka.”  

3. Pentingnya pemimpin untuk memotivasi karyawannya

Dan baginya, dukungan dari pemimpin akan membantu terbentuknya pemimpin selanjutnya, terutama untuk pekerja perempuan. “Penting bagiku untuk pemimpin mengatakan langsung bagaimana karyawannya menjadi lebih baik. Bagiku, seorang pemimpin harus membantu orang yang bekerja dengannya untuk menjadi lebih baik, dan aku selalu berusaha untuk melakukannya di setiap tim yang bekerja denganku.”

 

Referensi:

[1] #45 Beth Comstock: Power Women 2016/ (n.d.) Forbes. Disadur dari: forbes

[2] Beth Comstock and Lyndon Rive Elected to National Geographic Society Board of Trustees. (2018, 18 Januari). nationalgeographic.org. Disadur dari: National Geographic

[3] Lawson, S. (2015, 2 September). GE Names Its First-Ever Female Vice Chair. Fast Company. Disadur dari: fastcompany

[4] McGregor, J. (2015, 28 Oktober). How I Learned to be Confident. Washinton Post. Disadur dari: washingtonpost

[5] O’Reilly, L. (2017, 8 Februari). ‘What if female scientists were celebrities?’: GE says it will place 20,000 women in technical roles by 2020. Business Insider.

[6] Schwabel, D. (2016, 20 Oktober). Beth Comstock: Being An Introverted Leader In An Extroverted Business World. Forbes. Disadur dari: forbes

[7] Wienner-Bronner, D. (2017, 6 Oktober). Beth Comstock, first female vice chair at GE, out in executive shakeup. CNN.

[8] Sumber foto: ge.com

Leave a Reply