Apakah Kamu Salah Satu Pengidap OCD? Kenali 5 Kategorinya

LadyBird Journal – Pernah merasa kalau kamu memiliki OCD atau Obsessive-Compulsive Disorder? Biasanya untuk menentukan diagnosis OCD, diperlukan adanya obsesi dan/atau perilaku kompulsif yang menghabiskan waktu (lebih dari satu jam setiap harinya), menyebabkan kecemasan yang besar dan mengganggu fungsi individu dalam hal pekerjaan, sosial dan hal-hal penting lainnya.

 

Bagi individu dengan OCD, ritual untuk melakukan perilaku kompulsif dirasa perlu untuk dilakukan. Namun, tidak semua perilaku tersebut berhubungan dengan obsesi yang dialami, contohnya, pada individu yang membersihkan meja kerjanya lima kali untuk mengatasi kecemasan yang berhubungan dengan keselamatan keluarganya.

 

Pada beberapa kasus, tidak diperlukan adanya pemicu obsesi dari luar diri individu, namun keinginan untuk melakukan perilaku kompulsif muncul karena dirasa bisa membantu keadaan menjadi “baik”.

 

5 Ciri Orang Dengan OCD

Secara garis besar, biasanya OCD yang dialami oleh individu dibagi menjadi lima kategori utama yang bisa kita lihat sebagai ciri OCD, yaitu:

1. Mengecek

Perilaku kompulsif untuk mengecek keadaan sekitar (kunci di jendela dan pintu, peralatan listrik, lampu, dan lain-lain). Perilaku mengecek biasanya dilakukan beberapa kali, dan pada kasus yang lebih parah bisa berlangsung ratusan kali sehingga mempengaruhi kehidupan pekerjaan, sosial dan lain-lain. 

 

2. Kontaminasi atau Kontaminasi Mental

Rasa cemas karena kotoran dan kontaminasi sering kali berhubungan dengan ketakutan bahwa dia akan menyakiti diri sendiri maupun orang-orang terdekatnya. Perilaku yang mungkin ditunjukkan antara lain membersihkan area di lingkungan sekitar seperti kamar mandi dan pegangan pintu, maupun saat membersihkan diri seperti saat mandi atau menyikat gigi. Sementara, kontaminasi mental memiliki beberapa ciri yang serupa dengan kontaminasi, namun sumber rasa cemas pada kontaminasi mental biasanya berasal dari manusia, lebih spesifik lagi pada perasaan di mana individu tersebut merasa  diperlakukan dengan tidak baik, baik secara fisik maupun mental, melalui perkataan yang kasar.

 

3. Simetri

Individu ini biasanya akan menghabiskan waktunya  untuk mengatur koleksi maupun ruang di sekitarnya supaya terlihat “baik” untuk menurunkan kecemasan yang disebabkan oleh ketidakteraturan.

 

4. Pikiran Intrusif

Pikiran yang mengganggu dan terus ada dan harus dicegah dengan melakukan perilaku intrusif seperti berdoa berulang-ulang.

 

5. Hoarding

Hoarding adalah ketidakmampuan individu untuk membuang barang yang rusak atau tidak digunakan. Biasanya barang-barang tersebut tidak memiliki harga secara moneter, dan terkadang barang-barang tersebut ditemukan tercampur dengan barang lain yang juga tidak terlalu berharga. Individu yang melakukan hoarding biasanya memiliki ikatan emosional dengan barang-barang tersebut.

Hingga tahun 2017, sekitar 1,2% penduduk Amerika merupakan individu dengan OCD dan di antara banyak penduduk yang dewasa lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Simtom OCD biasanya mulai muncul di waktu kanak-kanak, remaja, atau dewasa muda; rata-rata di usia 19 tahun.

 

Kalau begitu, bagaimana kita bisa mendukung teman, rekan dan keluarga dengan OCD? Kamu bisa mulai dengan membantu teman, rekan dan keluarga kamu untuk menemukan bantuan yang tepat untuk OCD yang mereka alami dan mendorong mereka untuk berpartisipasi dengan aktif dalam proses tersebut. Selain itu, kamu juga bisa membangun iklim emosional yang positif dalam lingkungan di sekitar teman, rekan dan keluarga kamu.

Referensi

[1] Obsessive-Compulsive Disorder. (n.d.). Disadur dari: Alodokter

[2] Obsessive-Compulsive Disorder. (n.d.). Disadur dari: NIMNH

[3] Obsessive-Compulsive Disorder. (n.d.). Disadur dari: Psychology Today

[4] Types of OCD. (n.d.). Disadur dari: Ocduk.org

[5] Weg, A.H. (2011, 16 Juli). The Many Flavors of OCD. Psychology Today

[6] What is Obsessive-Compulsive Disorder? (n.d.). Disadur dari: Psychiatry.org

[7] What is OCD and How It Is Recognized? (n.d.). Disadur dari: Beyondocd.org

[8] When Someone You Love Has OCD. (n.d.). Disadur dari: Beyondocd.org

 

Leave a Reply