Apa yang Kamu Perlu Tahu Tentang OCD

LadyBird Journal – Sering dengar teman kamu yang bilang kalau mereka “OCD”? Alesannya karena mereka gatel dengan ruangan berantakan? Atau ketika teman kita hobi menyusun, membongkar dan menyusun lagi kumpulan buku mereka? Memangnya apa sih itu OCD dan bagaimana kita bisa membantu orang sekeliling kita yang hidup dengan OCD?

 

Apa Itu OCD?

Menurut American Psychiatric Association, Obsessive-Compulsive Disorder (Kelainan Obsesi-Kompulsif) atau OCD, adalah kelainan kecemasan (anxiety) di mana individu mempunyai pemikiran, ide, atau sensasi yang terus muncul (obsessive/obsesi) dan mendorong mereka untuk melakukan sesuatu secara berulang (compulsive/kompulsif).

 

Banyak individu dengan OCD yang paham bahwa obsesi mereka tidak benar dan banyak juga yang in denial. Kemudian, individu dengan OCD biasanya mengalami kesulitan untuk menghentikan obsesi dan/atau perilaku kompulsif mereka.

 

Definisi Obsesi

Lebih jelas, memang apa sih obsesi dan perilaku kompulsif itu? Obsesi adalah pikiran, kebiasaan dan bayangan yang ada terus-menerus dan menyebabkan emosi seperti kecemasan dan rasa jijik. Walaupun banyak individu dengan OCD yang mengetahui bahwa pemikiran ini berlebihan dan tidak masuk akal, namun sulit bagi mereka untuk menenangkannya dengan logika.

 

Definisi Kompulsif

Sedangkan perilaku kompulsif merupakan perilaku berulang yang dirasa perlu untuk dilakukan individu dengan OCD karena adanya obsesi. Perilaku ini tujuannya adalah untuk mencegah atau mengurangi kecemasan atau situasi yang ditakuti individu tersebut, dan dalam kasus yang lebih parah, perilaku tersebut bisa berlangsung sepanjang hari dan mengganggu fungsi individu.

 

Bahkan jika perilaku kompulsif memberikan kelegaan dari obsesi yang dialami, namun obsesi tersebut bisa kembali muncul dan siklusnya bisa terulang kembali.

 

Contoh Perilaku Kompulsif

Bentuk perilaku kompulsif biasanya adalah:

  • Membersihkan lingkungan sekitar untuk menurunkan ketakutan “kontaminasi” dari kuman, kotoran dan bahan kimia berbahaya
  • Perilaku berulang untuk mengatasi rasa cemas, seperti mengucapkan kalimat tertentu secara berulang-ulang  atau melakukan perilaku tertentu selama beberapa kali.
  • Melakukan pengecekan untuk memperkecil ketakutan akan rasa sakit atau bahwa mereka menyakiti orang lain. Biasanya hal ini dilakukan dengan mengingat kembali rutinitas yang dilakukan setiap harinya.
  • Menyusun barang seperti buku dengan urutan tertentu untuk memperkecil rasa tidak nyaman
  • Perilaku kompulsif secara mental untuk mengatasi pemikiran obsesif yang mengganggu keseharian, biasanya dilakukan dengan berdoa dalam diam.

 

Siklus OCD

Siklus yang biasanya terjadi pada individu dengan OCD adalah obsesi, kecemasan, kompulsi, dan kelegaan sementara. Obsesi akan memunculkan rasa anxious, dan keduanya akan memancing perilaku kompulsif yang bertujuan untuk mengurangi rasa cemas dan tekanan. Setelah perilaku kompulsif tersebut, mereka yang memiliki OCD akan secara sementara membuat mereka lebih lega.

 

Mungkin setelah membaca artikel ini, kamu jadi bertanya-tanya apakah kamu termasuk orang yang OCD atau nggak. Coba cek dengan ciri-ciri OCD di artikel berikut ya

 

Referensi

[1] Obsessive-Compulsive Disorder. (n.d.). Disadur dari: Alodokter

[2] Obsessive-Compulsive Disorder. (n.d.). Disadur dari: NIMNH

[3] Obsessive-Compulsive Disorder. (n.d.). Disadur dari: Psychology Today

[4] Types of OCD. (n.d.). Disadur dari: Ocduk.org

[5] Weg, A.H. (2011, 16 Juli). The Many Flavors of OCD. Psychology Today

[6] What is Obsessive-Compulsive Disorder? (n.d.). Disadur dari: Psychiatry.org

[7] What is OCD and How It Is Recognized? (n.d.). Disadur dari: Beyondocd.org

[8] When Someone You Love Has OCD. (n.d.). Disadur dari: Beyondocd.org

 

Leave a Reply