LadyBird Journal – Birdies, pernahkah kalian mendengar istilah self-concept? Mungkin kalian lebih sering mendengar mengenai self-esteem atau self-love daripada self-concept. Jadi sebenarnya apa itu self-concept? Dan apa pentingnya untuk diri kita?

 

Apa Definisi Self-Concept

Self-concept merupakan sebuah konsep bagaimana kita sebagai individu mempersepsikan tingkah laku, kemampuan, maupun karakteristik diri kita sendiri. Intinya, self-concept adalah gambaran siapakah kita berdasarkan penglihatan kita sendiri. Contohnya, ketika kamu punya anggapan “saya adalah teman yang baik”, berarti kamu punya pandangan (self-concept) bahwa kamu adalah teman yang baik.

 

Komponen Self-Concept

Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh psikolog-psikolog berbeda terkait cara pandang mengenai self-concept. Menurut teori yang dikenal sebagai social identity theory, self-concept seseorang ditentukan berdasarkan pada keanggotaan kelompok yang mereka ikuti (agama, kampus, komunitas hobi, dll). Misalnya, jika kita ikut pada komunitas agama tertentu, kita kemudian jadi memiliki self-concept bahwa “ya, saya termasuk orang religius soalnya kan saya ikut komunitas pengajian A”.

Selain teori social identity, Psikolog Dr. Bruce A. Bracken berpendapat bahwa terdapat enam aspek spesifik yang berkaitan dan membentuk self-concept, diantaranya:

  • Social: kemampuan kita berinteraksi dengan orang lain
  • Competence: kemampuan kita dalam memenuhi kebutuhan dasar sebagai individu
  • Affect: kesadaran akan keadaan emosional kita
  • Physical: perasaan kita terhadap tampilan fisik maupun kondisi kesehatan
  • Academic: sukses atau gagalnya kita di sekolah
  • Family: bagaimana self-concept terbentuk dari perasaan kita berfungsi/berperan dengan baik di dalam keluarga

 

Psikolog Humanis lainnya, Carl Rogers percaya bahwa terdapat tiga bagian berbeda dari self-concept, yakni:

  • Self-image

Bagaimana kita melihat diri sendiri. Penting untuk diingat bahwa self-image tidak sama dengan keadaan sebenarnya. Seseorang dapat memiliki self-image yang lebih “wah” dan percaya bahwa mereka lebih baik dari keadaan mereka sebenarnya. Sebaliknya, seseorang juga bisa memiliki self-image yang negatif dan membesar-besarkannya. Padahal sebenarnya, keadaannya tidak seburuk itu.

 

Contoh gampangnya, remaja laki-laki biasanya merasa dirinya sebagai sosok yang canggung (socially awkward), padahal pada kenyataannya dia cukup menarik dan menyenangkan. Atau seorang perempuan bisa mengganggap dirinya gendut, padahal beratnya hanya 45kg. Duhhh!

 

Self-image sendiri bisa berasal dari campuran aspek-aspek berbeda seperti karakteristik fisik, sifat, dan peran seseorang dalam kehidupan sosialnya.

 

  • Self-esteem

Self-esteem merupakan seberapa besar seseorang menghargai dirinya sendiri. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi self-esteem, diantaranya bagaimana kita membandingkan diri kita dengan orang lain dan bagaimana orang lain merespon sikap  kita. Ketika orang lain merespon positif terhadap sikap kita, kita akan lebih mudah memiliki self-esteem yang positif. Sedangkan jika kita membandingkan diri kita dengan orang lain dan selalu merasa kurang, ini dapat berdampak buruk untuk self-esteem kita.

 

  • Ideal Self

Ideal self merupakan bagaimana harapan akan seperti apa diri kita. Seringkali, bagaimana kita melihat diri kita tidak sama dengan harapan yang kita inginkan terhadap diri kita.

 

Pentingnya self-concept untuk diri kita

Birdies, self-concept yang sehat akan memiliki benefit yang penting untuk diri kita. Berikut diantaranya benefit yang bisa didapatkan dengan memiliki self-concept yang sehat:

  • Memaksimalkan potensi diri. Apabila kita memiliki self-concept yang sehat, bahwa kita percaya kita bisa melakukan ini dan itu, kita bisa membuka potensi diri kita ke hal-hal yang bahkan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya!
  • Membantu kita mencapai goal atau keinginan kita dalam hidup
  • Menghindari self-sabotaging behavior (sikap, pemikiran, maupun tindakan yang menahan kita mendapatkan apa yang kita mau, misalnya goal hidup kita). Memiliki self-concept yang sehat akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih positif dan percaya bahwa kita bisa mendapatkan yang kita mau. Sebaliknya, jika self-concept kita tidak sehat, hal ini tak akan membantu kita mencapai keinginan.
  • Menentukan seberapa jauh kita bisa keluar dari zona nyaman kita untuk menyelesaikan suatu masalah.
  • Memengaruhi bagaimana kita menggunakan fisik kita dalam menghadapi tantangan dan masalah dalam sehari-hari. Contoh gampangnya, ketika kita punya self-concept bahwa kita terlalu gemuk untuk bisa ikut dan akan menjadi orang terakhir di garis finish lomba lari di sekolah, ya mungkin itu yang akan terjadi. Beda kalau kita punya self-concept bahwa kita sehat dan kuat dan akan menang lomba lari. Pasti hasilnya lebih baik daripada sebelumnya.

 

Nah, sudah terjawab kan apa itu self-concept dan pentingnya untuk kita apa. Secara keseluruhan, self-concept yang positif dan sehat dapat menentukan apa yang akan atau tidak akan kita lakukan pada saat-saat tertentu di hidup kita. Jadi, Birdies, please hati-hati dalam memandang diri kita sendiri ya! Karena pandangan tersebutlah yang membentuk self-concept diri dan kalau bentuknya sehat, akan banyak benefit yang bisa kita dapatkan. sebaliknya, kalau nggak sehat, nanti bisa membahayakan mental kita juga. Kamu bisa kenali tanda self-concept yang nggak sehat dari artikel ini.

*Sumber: Situs Very Well Mind

Author

Simply Complicated ;)

Leave a Reply