Apa itu MBTI? Berikut Penjelasan dan Kritik Terhadap Teori

LadyBird Journal – Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah salah satu tes psikologi yang paling banyak dilakukan. Baik di tempat kerja, organisasi, maupun dalam keseharian kita, kita pasti sering mendengar diskusi orang lain mengenai tipe kepribadian mereka dan hal-hal yang berhubungan dengan tipe kepribadian tersebut. Misalnya seperti jenis pekerjaan yang cocok, bagaimana mereka bisa bekerjasama dalam kelompok, dan lain sebagainya.

 

Tiap tahunnya, sekitar 2 juta individu menggunakan tes ini untuk berbagai keperluan, baik untuk keperluan korporasi, pendidikan tinggi bahkan agensi pemerintahan. Perusahaan yang membuat dan memasarkan tes tersebut meraup keuntungan sebesar 20 juta dolar setiap tahunnya. Tapi sebetulnya, tahukah kalian apa itu MBTI? Bagaimana dengan perkembangannya sebagai alat tes psikologi?

 

Penjelasan dan Sejarah Teori MBTI

MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) merupakan alat tes psikologi yang disusun oleh tim ibu-dan-anak bernama Katherine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers di tahun 1940an, dan mulai diujicobakan di tahun 1941. Tes ini didasarkan oleh teori Jung yang dipublikasikan dalam buku berjudul Psychological Test pada tahun 1921. Teori ini menggambarkan bahwa manusia pada dasarnya bisa dibagi menjadi dua, perceiver atau judger.

 

Dua tipe ini kemudian bisa dipecah menjadi mereka yang lebih suka melakukan sensing dan intuition, dan kemudian dibagi lagi menjadi mereka yang lebih merupakan pemikir (thinker) atau perasa (feelers). Di akhir, ada empat total tipe manusia, dengan tambahan pemecahan mereka yang termasuk introvert atau extrovert.

 

Namun menurut Jung sendiri, empat tipe ini merupakan perkiraan dan “setiap orang bisa saja menjadi pengecualian dari tipenya”. Teori ini juga tidak datang dari eksperimen terkendali dan data, dan merupakan hasil pengamatan bebas dari Jung. Sejak diujicobakan, tes ini kemudian menjadi popular hingga di tahun 1975, tes ini diambil alih oleh perusahaan CPP, dan hanya berubah sedikit saja.    

Saat ini, MBTI banyak digunakan di perusahaan dan agensi pemerintah sebagai bagian dari lokakarya (workshop) untuk mengembangkan produktivitas, kerjasama dalam tim, kepemimpinan dan keahlian lain yang dibutuhkan dalam korporasi, dan juga dalam pemilihan karyawan dalam tes penerimaan.

 

Dalam pendidikan tinggi, MBTI digunakan untuk keperluan penentuan karir yang cocok dengan kepribadian mereka. Hingga saat ini juga, MBTI masih banyak digunakan oleh beberapa psikolog untuk membantu klien mereka mengenali diri mereka sendiri. Tapi berdasarkan penemuan terkini, apakah MBTI masih bisa dapat digunakan?

 

Kritik Terhadap MBTI

1. Tidak Pernah Teruji dalam Eksperimen yang Terkontrol

Ronald E. Riggio menulis kritik terhadap tes MBTI dengan menggaris bawahi kekurangan utama dari tes ini, bahwa MBTI didasarkan pada teori yang tidak pernah teruji dalam eksperimen yang terkontrol. Teori kepribadian Jung selain didasarkan oleh pengamatan klinis, juga banyak didasari oleh mitologi dan hal mistis lainnya yang sulit dibuktikan secara ilmiah.

 

2. Masalah Validitas dan Reabilitas

Hal lain menurut tulisan Riggio adalah banyak masalah validitas dan reliabilitas dalam alat tes ini, yang diperburuk dengan sedikit berkembangnya alat ukur ini sejak awal dibuatnya di tahun 1940. Masalah validitas dan reliabilitas ini juga merupakan hasil penelitian David J. Pettinger di tahun 2005, yang mengambil kesimpulan bahwa walaupun alat tes ini menawarkan kemudahan dan daya tarik lainnya, MBTI belum bisa mendukung klaim yang ada mengenai alat tes ini.

 

3. Masalah Label Kepribadian

Hal lain yang banyak dikritik dari alat ukur ini adalah bahwa tidak ada manusia yang murni satu atau tipe kepribadian lain. Jung sendiri mengatakan bahwa tidak ada individu yang murni introvert dan ekstrovert, dan bahwa mereka yang murni satu atau lainnya “merupakan orang gila yang seharusnya ada di rumah sakit jiwa”. MBTI mendorong kita untuk memilih satu atau tipe kepribadian lain untuk membentuk sebuah tipe kepribadian yang dibentuk oleh empat huruf, dan hal ini tidak akurat untuk menggambarkan kompleksnya manusia.

 

Alasan Populernya MBTI

Kalau begitu, kenapa tes MBTI ini begitu popular dan banyak digunakan di banyak tempat-tempat resmi? Satu teori yang memungkinkan adalah hasil pemasaran oleh perusahaan yang memegang hak tersebut. MBTI digambarkan sebagai sesuatu yang mudah untuk dilakukan dan secara garis besar menggambarkan keadaan manusia, sehingga hal tersebut mungkin menarik kebutuhan perusahaan dan tempat lainnya yang membutuhkan alat seperti ini dengan pengeluaran yang cenderung lebih murah dibandingkan jika mereka membeli izin lebih dari satu tes.

 

Teori lainnya adalah adalah berbagai bias kognisi, seperti bias konfirmasi, di mana pengambil tes memberikan nilai kepada hasil tes yang sudah mereka lakukan dan menyocokkannya dengan pengalaman mereka sendiri.   

 

Kalau begitu, apa MBTI benar-benar tidak bisa digunakan? Untuk hal-hal seperti ice breaking dalam pertemuan perusahaan maupun sebagai salah satu alat untuk mengenali diri sendiri, MBTI bisa digunakan. Namun perlu diingat, bahwa manusia lebih kompleks untuk digambarkan dengan empat huruf saja.

 

Sumber:

[1] Essig, T., (2014, 29 September). “The Mysterious Popularity of the Meaningless Myers-Briggs (MBTI)”. Forbes.

[2] Riggio, R.E., (2014, 21 Februari). “The Truth About Myers-Briggs Types”. Psychology Today.

[3] Pittenger, D.J. (2005). Cautionary comments regarding the Myers-Briggs Type Indicator. Consulting Psychology Journal: Practice and Research, 57(3), 210-221.

“Why is the MBTI widely used?”. 

[4] Stormberg, J., Caswell, E., (2015, 8 Oktober). “Why the Myers-Briggs test is totally meaningless”. Vox

[5] Foto: Youtube.com

 

Leave a Reply