LadyBird Journal – Kalau kamu sering menggunakan ojek motor sebagai transportasi sehari-hari, mengirim dan menerima barang, sampai memesan makanan saat kamu ga bisa keluar, pasti kamu familiar dengan Gojek. Bagaimana jika kamu ingin membeli busana, aksesoris, sampai produk kecantikan dan perawatan diri melalui situs web online? Berrybenka.com mungkin merupakan situs yang menjadi salah satu pilihan kamu.

 

Tahukah kamu di balik dua penyedia layanan ini dan banyak produk hebat lainnya, ada sosok perempuan keren yang berjasa sangat besar dan mungkin kalian belum begitu kenal? Yuk, kenalan dengan Alamanda Santhika, salah satu perempuan yang menjadi pelopor di berbagai bidang dalam perkembangan teknologi di Indonesia. Sosoknya yang masih muda dan prestasinya di bidang yang hingga saat ini masih didominasi oleh laki-laki, membuatnya menjadi contoh yang meruntuhkan stereotip dan menjadi inspirasi yang keren untuk perempuan lain yang ingin memasuki bidang ini.

 

Buat startup sejak lulus kuliah

Lahir 29 tahun yang lalu, Alamanda Santhika, atau yang akrab dikenal dengan nama panggilan Ala, mempunyai minat di bidang teknologi sejak lama. Ala mulai menuliskan baris kode pertamanya di usia 14 tahun. Dia juga mengatakan bahwa  ketertarikannya di bidang matematika muncul sejak kecil. Hal tersebut yang mendorongnya untuk memilih pendidikan double degree dengan jurusan Matematika, Information Technology, dan Desain di Universitas Bina Nusantara (Binus) di tahun 2005. Alamanda kemudian lulus di tahun 2010, di mana dia banyak mencoba peruntungannya di berbagai bidang di dalam berbagai proyek hebat lainnya.

 

Sejak dia berusia 21 tahun, Alamanda sudah banyak berkecimpung di dalam berbagai proyek teknologi yang kemudian berkembang sangat pesat. Proyek pertamanya dimulai saat masih menjalankan pendidikannya di Universitas Bina Nusantara. Pada tahun 2009, bersama-sama dengan rekan kuliahnya, Alamanda memulai Pentool Studio. Pentool Studio didirikan karena ketertarikan Alamanda untuk membantu mengembangkan usaha kecil di masyarakat. Fokus dari Pentool Studio adalah untuk membantu pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mengalami kesulitan untuk membuat situs web sendiri untuk usaha mereka.

“Dulu itu kendalanya mahal kan kalau mau bikin situs web sendiri. Jadi mumpung kami punya platformnya, jadi kami menyediakan jasa desain situs dengan harga lebih murah,” jelasnya dalam satu wawancara dengan CNN Indonesia. Setelah lulus, Alamanda dan banyak temannya kemudian menjadi tidak fokus dengan perkembangannya, dan Pentool Studio harus dihentikan di tahun 2014.

 

Terjun Ke Startup Gojek dan Berrybenka

Kemudian di tahun 2012, Alamanda Santhika memulai karirnya sebagai Head of Technology and UI/UX di Berrybenka.com, sebuah situs web e-commerce yang mempunyai fokus di bidang fashion, kecantikan dan perawatan diri, selama 1 tahun. Selain itu dia juga pernah bekerja di Kartuku selama 1 tahun. Selama dia bekerja Kartuku, dia juga memulai pekerjaan sebagai konsultan freelance di Gojek di tahun 2014.Setelah lama bekerja sebagai konsultan freelance, CEO Gojek, Nadiem Makarim, untuk memulai bekerja di Gojek sebagai karyawan tetap. Setelah melalui berbagai pertimbangan, Alamanda akhirnya memutuskan untuk bergabung secara permanen dan sejak Mei 2015,

 

Alamanda Santhika memulai posisinya di Gojek sebagai Vice President of Product. Sejak Mei 2016 hingga September 2016, Alamanda menduduki jabatan baru di Gojek sebagai Vice President, People’s Journey – People and Culture, di mana dia membawahi 130 teknisi dalam satu lingkungan.

 

Binar Academy, Projek terbaru Ala

Saat ini, proyek yang Ala sedang jalani adalah Binar Academy. Binar Academy adalah platform yang memberikan pendidikan non-formal gratis selama tiga bulan untuk mendukung perkembangan teknisi teknologi masa depan Indonesia. Menurutnya, dengan keinginan Indonesia untuk go-digital, hal itu tidak didukung dengan masih sedikitnya jumlah programmer di Indonesia dari yang dibutuhkan.

 

Hingga saat ini, setelah satu tahun berjalan, Binar Academy telah meluluskan sekitar 400 murid, dan sekitar 70 orang saat ini bekerja di korporasi dan startup yang bekerja sama dengan Binar Academy. Binar Academy juga merupakan bentuk dari ketertarikannya di bidang pendidikan, dan merupakan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

 

Saat ditanya mengenai pendapatnya terhadap peran perempuan di bidang teknologi di Indonesia, Alamanda Santhika menyadari adanya isu bias gender dalam pekerjaan. Namun menurutnya, seiring perkembangan zaman, bias gender bisa menjadi hal yang dapat diatasi, tentunya diiringi dengan pemberdayaan tidak hanya perempuan, namun juga semua pihak.

 

Sebagai perempuan, dengan melibatkan diri dalam posisi kepemimpinan dalam suatu kelompok, kita bisa mempunyai kesempatan yang setara dalam industri teknologi. Bagi mereka yang tertarik untuk memulai karir di bidang teknologi, Alamanda memberikan saran untuk meningkatkan kepercayaan diri kita dalam belajar. Kita dapat belajar dari berbagai sumber, online maupun offline, baik dari buku, kelas-kelas maupun video online yang dapat membantu kita. Jika kita cukup percaya diri dengan kemampuan dan niat kita, maka proses belajar dan membangun koneksi kita akan berjalan dengan baik.

 

 

Referensi:

Dewi, R. (2018, 20 April). Alamanda Shantika: Programmer yang Mendobrak Stigma dengan Prestasi. Disadur dari: Situs Kumparan

Fajrina, H.N. (2016, 11 Juni). Cerita Alamanda Dirayu Nadiem Bangun Gojek. Disadur: Situs CNN

“Profil Alamanda Santhika Santoso”. Disadur 3 Juli 2017 dari: Linkedin

Rahman, A.F. (2016, 23 Maret). ‘Emaknya’ Programer Go-Jek Bidik Kursi Menteri. Disadur dari: Detik.com

 

Leave a Reply